Rabu, 27 September 2017

Fisip 2017 Siap Unjuk Bakat, Dalam Acara Panggung Expresi Seni Kader

28/09/2017

Setelah melaksanan kegiatan FAMILY GHATERING selama 3 (tiga) hari di buntu matabing, kecamatan larompong kabupaten luwu tempo hari.

Kini senat mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik ( SEMA FISIP ) menggandeng angkatan baru 2017 dalam menggelar PANGGUNG EXPRESI SENI KADER pada hari minggu 30 september 2017 mendatang, di pelataran kampus A unanda.

Angkatan muda 2017 fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, selaku panitia pelaksana nampak serius dalam mempersiapkan acara tersebut.

Dengan mengangkat tema " Warna - warni angkatan muda 2017" .  Melalui acara tersebut  angkatan muda 2017 fakultas ilmu sosial dan ilmu politik akan lebih banyak menampilkan pertunjukan karya seni seperti. tari etnis, parodi, stand up comedy, vocal group, nyanyi solo, musikalisasi puisi, orasi ilmiah, pameran foto, dancer dan masih banyak lagi.

Salah satu pengurus senat mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik ( SEMA FISIP ), Samsul basri atau yang akrab dengan sapaan Adhibo, mengatakan.

Bahwa tujuan dari kegiatan ini Selain sebagai wadah silaturahim mahasiswa - mahasiswi, alumni serta dosen fakultas ilmu sosial dan ilmu politik.

juga bertujuan untuk mengangkat potensi mahasiswa - mahasiswi yang mempunyai bakat khususnya di bidang seni. Ujarnya

Pria tampan namun masih jomblo ini juga mengungkapkan bahwa  dengan adanya  kegiatan seperti ini, di harapkan bisa menjadi dasar adik - adik untuk mengasah skil atau kreatifitas, demi menunjang proses kaderisasi yang mempuni dalam internal SEMA FISIP dan UNANDA pada umumnya.

Sementara itu ketua panitia ismail bin mail, sangat bangga dan mengapresiasi  kakak - kakak senior yang telah banyak memberikan pelajaran serta pengalaman baru bagi kami. Ujar ismail




Sabtu, 26 Agustus 2017

Tagline Save Seko Antarkan Sema Fisip Juara 1 Lomba Grafity

26/08/2017

Dalam Acara Anniversary facebookers kota palopo  ke - 6. Yang di selenggarakan di pelataran gedung saodenrae pada tanggal 25 - 26 agustus 2017.  SEMA FISIP berhasil menjadi juara 1 dalam lomba Grafity.

Sema fisip yang di wakili oleh Arifin Zainuddin Laila, Yusuf, Kamal Aksan, Vredi, dan Ipul sulkarnain. Berhasil membawa pulang tropi, sertifikat dan uang tunai sebagai fasilitas pemenang lomba.

Salah satu alasan Dewan juri memilih SEMA FISIP karna dalam gambar tersebut banyak menyimpan makna serta pesan tersendiri.

Tagline SAVE SEKO juga ikut termuat dalam lukisan tersebut dan berhasil menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang sempat hadir pada malam itu.

Yusuf salah satu perwakilan Sema fisip pada hari sabtu 26/08/17 mengatakan bahwa, kami sangat bangga, karna karya kami bisa mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan.

Dan juga saya berterima kasih pada panitia pelaksana, yang telah menggelar acara seperti ini. Sehingga bakat - bakat yang dimiliki masyarakat kota palopo dapat tersalurkan. Ujar Yusuf.


Senin, 21 Agustus 2017

Bahwa Ia Juga Harus Merdeka

Oleh : angga mayolus

Bahwa ia juga harus merdeka adalah suatu pemahaman yang memiliki sifat dasar yang meragu, ada stigma yang terjadi dalam kemerdekaan individu,berkelompok,berbangsa dan bernegara .
Kata "iya juga" menandakan ada distorsi antara perbedaan jenis dan dua sisi yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan kebenaran dan kemerdekaannya.
Bagaimana dengan konsep demokrasi dalam mencapai suatu kemerdekaan berbangsa dan bernegara,

bagaimana dengan negara negara tetangga,seperti singapura, malaisya, republik rakay china, yang kenyataannya telah merdeka tanpa menegakkan demokrasi sepenuhnya, ? Yaa itulah konsekuen konstitusi negara dalam memerdekakan masyarakat indonesia dengan dahlil demokrasi kenyataannya toh dengan memakai dahlil demokrasi tetapi demokrasi itu di pakai oleh mayoritas saja di salah gunakan oleh mereka yang sifatnya patriarkis, Apakah demokrasi itu harus berlandaskan mayoritasnism ? Ataukah kegentingan oleh para patriarkis atau patriarkis yang sedang dalam kegentingan ?

di indonesia sendiri 2 hari lagi masyarakat akan mengulang kembali (1945 - 2017)
Merasakan moment perayaan kemerdekaan dan melaksanakan kegiatan kegiatan dalam panggung kenerdekaan walaupun merayakannya pun dengan cara masing masing yaa itulah budaya  demokrasi yang merdeka.(sampai kapan negara harus berdiri dilubang yang sama).

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan pada saat pena dan kopi masih sama sama berada saat perayaan kemerdekaan yang ke- 71 kemarin .
Kembali ke kepala tulisan, kata "iya juga" adalah kata yang menunjukkan bahwa ada peristiwa yang tersembunyikan dalam pemahaman kemerdekaan indonesia saat ini ,maksud penulis adalah peristiwa sejarah peradaban yang terletak pada telapak tangan manusia yang patriarkis,feodal dan berkoloni tentang perbudakan dan pelecehan terhadap kaum perempuan, mau itu soal APBN, perusahaan perusahaan kapital, politik identitas, jabatan, budaya dan konstitusi negara.

5 bulan yang lalu media mempublikasikan woman march yang ada di jakarta(4 maret 2017) semua kalangan perempuan menempatkan hak haknya atas ketidak adilan yang mereka jalani selama peradaban membuat sejarah, di hadapan dan di tengah tengah usus bumi,
Feminisme adalah sinopsis dari konstruksi besar ketidakadilan. Hanya pada pengalaman perempuanlah seluruh praktik diskriminasi membekas. Seorang perempuan tidak lahir merdeka. Ia lahir dalam stigma bahwa ia berkedudukan di bawah laki-laki. Bahwa ia bukan penyandang hak politik. Bahwa ia bukan pengucap ayat-ayat surga. Bahwa ia bukan pemikir rasional. Bahwa ia harus submisif dalam seks. Bahwa ia jg harus merdeka,

Saya pernah membaca di salah satu website jurnal perempuan tentang, Bagaimana dengan seorang perempuan yang lesbian berkulit hitam dan mempunyai seorang anak 4 yang tinggalnya di jerman ? Ada berapa banyak penderitaan yang dia alami,sebagai seorang perempuan dia hadir ditengah tengah mayoritas kulit putih, hadir sebagai lesbi pada politik heterogen, sebagai perempuan hadir sebagai janda dia harus menghadapi problem ekonomi dan masih banyak lagi, dengan kata lain 1 tubuh perempuan segala jenis ketidak adilan beroprasi pada pengalaman tubuhnya.

Sesungguhnya, pada tubuh perempuan, melekat seluruh jenis ketidakadilan ekonomi, politik, seksual, hukum, kultur, teologi hingga perda-perda misoginis(orang yang membenci wanita), diskriminasi itu membuat kita buta huruf tentang peradaban. Perempuan tak lahir merdeka. Ia lahir untuk memerdekakan dirinya.

Ketajam feminim pun melihat sistem yang terdapat pada perusahaan yang bekerja sama dengan negara dan menjadikan bahan politik untuk mencapai legitimasi bernegara ,seperti kejadian yang di hadapkan kepada sang ibu yang hamil saat palpasi(perabaan terhadap janin yang ada di rahim) digantikan dengan ultrasonografi USG ( teknologi perusaan yang dibuat oleh konsep laki laki yang patriarkis mempunyai alat yang beroprasi pada rahim ibu), juga seorang genocology seorang laki laki dan dokter bayi pun seorang laki laki yang patriarkis, 3 orang laki laki patriarkis beroprasi dalam rahim ibu.

Setelah anak lahir itu di catat dan di atur oleh rumah sakit lalu ke negara dengan rezim pembatasan penduduk,
bisa di pastikan bahwa politik yang patriarkis sudah ditanamkan di rahim ibu.
Melihat kondisi masyarakat saat ini sedang menikmati rezim yang di tawarkan oleh sistem yang rusak, dan pemerintah daerah maupun pusat juga andil dalam perumusan kebijakan yang sifatnya patriarkis.

Belajar dari tokoh seperti charol gilligen yang menawarkan konsep etika kepedulian pada tatanan masyarakat yang berbudaya dan bernegara dalam mencapai keadilan yang merata.
Pemikiran-pemikiran tentang manusia dari berbagai perspektif mengundang
reaksi dengan mempertentangkannya melalui pemikiran yang baru.

Carol Gilligan, salah seorang psikolog dan feminis Amerika, menyatakan bahwa terdapat bias laki-laki dalam psikologi moral. Dalam bukunya Gilligan (1993: 18-23) “in a Different
Voice” yang diterbitkan tahun 1982, mengkritik Kohlberg karena seluruh subjek yang digunakan Kohlberg adalah laki-laki, dianggap tidak mempertimbangkan
perbedaan sosialisasi seorang anak perempuan dan laki laki dalam budaya manusia.
Laki laki secara tradisi terkondisi menjadi otonom dan bebas, sementara perempuan
diandaikan menjadi makhluk yang tergantung dan pasif.

Tak ada keadilan bila tanpa kepedulian, adakah laki laki berjabat berlegitimet dan memiliki identitas, yang siap membunuh kelas arogansinya dalam mengadopsi(karena tidak bisa melahirkan) konsep feminim etis dalam setiap kultur  alam bawa sadar idenya.

#merdekahlah dan berterimah kasihlah kepada sipemberi kasih sayang.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Pergeseran Budaya Lokal

Oleh : aswar saputra
Globalisasi adalah suatu proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk-produk pemikiran dan aspek budaya lainnya. Dengan demikian setiap individu berhak mengadopsi Pemikiran dan kebudayaan manapun dan apapun itu, bebas bertindak melalui hak sipil (Hak Asasi Manusia) yang dimiliki, lalu menimbulkan pro dan kontra dalam lingkungan masyarakat yang majemuk dan berujung pada ketimpangan sosial terhadap kebudayaan lama oleh kebudayaan baru adalah peroses modernisasi

Pengadopsian pemikiran/paham kebudayaan baru tidak jarang menimbulkan pertentangan di lingkungan masyarakat kontemporer. sebagian masyarakat dengan cara-cara yang dan kebiasaan yang lama pula akan mendapatkan kata katro, nora, dan ketinggalan zaman oleh penganut terbaharu di zaman yang baru ini (modernisasi)

Menurut Moentjaranigrat Modernisasi adalah usaha untuk hidup dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.
Modernisasi merupakan proses perubahan terhadap sistem ekonomi, sosial dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara dari abad ke-17 sampai ke-19 yang kemudian menyebar ke negara-negara Eropa lainnya. Perubahan tersebut juga terjadi di Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada abad ke-19 dan ke-20.Teori modernisasi fokus pada cara masyarakat pramodern menjadi modern melalui proses pertumbuhan ekonomi dan perubahan struktur sosial, politik dan budaya. Masyarakat modern adalah masyarakat industri yang di

Rovolusi industri itu sendiri terjadi pada priode tahun 1750-1780 dimana terjadinya proses perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, teknologi, serta memiliki dampak yang besar pada sektor ekonomi, sosial dan budaya. Telah Di gandrungi oleh bangsa-bangsa eropa pada saat itu dan di ikuti oleh jepang pada tahun 1866 melalui restorasi meiji di Jepang sebagai perwakilan Asia untuk Mengejar ketertinggalannya dari bangsa eropa. Hal tersebut pula yang menimbulkan anggapan oleh bangsa indonesa tentang bangsa jepang di pandang setara kedudukannya dengan bangsa eropa dan jelas tahun pada 1750 atau tahun 1866 indonesia masih dalam masa penjajahan.

Sejak terjadinya revolusi industri, sejak itu pula semakin mempermudah negara-negara maju untuk menyalurkan produk-produknya keseluruh dunia sebagai manifestasi dari globalisasi yang menghasilkan ketergantungan (interpendensi). Produk pemikiran/paham, kebudayaan yang di hasilkan akan meramba pada kebudayaan-kebudayaan lokal yang menyebabkan selalu terjadinya ketimpangan sosial hingga kini dan menjadi perdebatan panjang di lingkungan adat, agamais, politicus, budayawan, serta pergesekan pada politik bernegara.

Memaknai definisi dari Globalisasi. Artinya hal tersebut telah terjadi di Indonesia pada periode tahun 1000 an. Di tandai sejak perdagangan internasional yang di lakukan oleh kebangsaan China, india, Arab, portugis, spanyol, inggris, belanda, jepang dll. Perdagangan internasional yang dilakukan juga menghasilkan perubahan kebudayaan-kebudayaan lokal secara signifikan dalam lingkungan adat dan agama atau politik dan ekonomi. Masing-masing memberikan pengaruh dan senjata perekonomian pada era colonial serta senjata politik di zaman modernisasi kini yang berorientasi keoada politik ekonomi bangsa Asing.

Proses modernisasi yang terjadi di Indonesia hingga hari ini sangat berpengaruh pula pada kehidupan bernegara di Repuplik Indonesia, ditandai dengan kurangnya proses-proses kesukuan, peradatan, ke agamaan yang sifatnya berkebudayaan lokal dan tradisional kini sangat minim di di indera.
Semua telah diambil alih oleh budaya-budaya Asing pada sektor ekonomi, polik, agama, sosial yang mendikte hak-hak sipil (HAM).

Salah satu contoh kebudayaan masyarakat republik indonesia aadalah gotong royong yang kini telah jarang di temukan setelah berlakunya produk revolusi industri untuk menggirik prilaku manusis ke sifat individualistik dan pragmatis. "Dengan slogan lebih cepat lebih baik" tanpa kesejahtraan rakyat sebagai bahagian dari cita-cita UUD Negara Republik indonesia.
Orang-orang enggan lagi bertatapan rupa sejak berkembanganya ilmu pengetahuan trhknologi. Kekatroan, kenoraan, dan ketertinggalan yang di lontarkan mengadopsi ketergantungan pada aspek pembangunan di segala lini dan golongan masyarakat.

Pada kesempatan kali ini, tulisan diatas sengaja di buat untuk memberikan sedikit gambaran tentang pengaruh globalisasi terhadap budaya-budaya lokal indonesia, mengenai pergeseran budaya lokal yang di sebabkan oleh budaya asing pada sektor politik, ekonomi agama, sosial dan budaya yang sangat berpengaruh dalam kehidulan bernegara.