Kamis, 14 Maret 2019

Demokrasi dan Arogansi Kampus




Cobalah anda mengetik kata skorsing atau drop out di mesin pencari anda, maka akan muncul banyak berita tentang mahasiswa yang terkena drop out maupun skorsing dari kampusnya.

Jika melihat data yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti dalam buku statistik pendidikan tinggi tahun 
2016 hingga 2018 memperlihatkan ada 195. 176 mahasiswa dari berbagai kampus swasta maupun negeri yang terkena DO maupun SKORSING.

Salah satu penyebab Skorsing atau Drop out  yang menimpa mahasiswa yakni melakukan kritik atas kebijakan kampusnya.

Kampus yang sedianya menjadi ruang demokratis menjadi wilayah pembangunan karakter dan moralitas manusia justru jauh dari harapan, para elite birokrasi kampus seketika mengubah wajah pendidikan menjadi antagonis dan arogan, kritik dibungkam dengan senjata DO dan skorsing.

Kampus dengan pejabat-pejabatnya menjadi bangunan angkuh yang anti kritik dan menjadi pelaku penindas disamping pelaku komersialisasi.

Kritik-kritik yang dilakukan mahasiswa bukannya disambut dengan perbaikan justru dijawab dengan represif oleh kampus.

Kasus yang paling anyar adalah kasus yang baru - baru ini menimpah beberapa mahasiswa di fakultas ekonomi UNIVERSITAS ANDI DJEMMA PALOPO.

Mereka  diskorsing karena kerap melakukan advokasi serta melakukan kritik terhadap kampus. 

Mengapa kampus begitu mudah melakukan DO atau skorsing sebab tidak adanya perlindungan hukum bagi mahasiswa.

pemberian sanksi berupa skorsing bagi mahasiswa menjadi otonomi sepenuhnya dikuasai kampus.

Disisi lain Undang-Undang no 12 Tahun 
2012 tentang Pendidikan Tinggi tidak mengatur masalah DO atau skorsing mahasiswa

Sedangkan pada Permenristekdikti no. 44 tahun 
2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi hanya mengatur batas masa studi.

Otonomi yang dimiliki kampus menjadikan kampus memiliki kuasa untuk menentukan nasib mahasiswanya.

Kampus mendapat otonomi tidak hanya otonomi keilmuan namun juga otonomi untuk mengatur mahasiswa dan dosen sesuai yang diinginkan kampus.

Pemangku kebijakan Kampus menjadi hakim, jaksa, sekaligus algojo dalam melaksanakan kebijakannya. Kalau kita ambil contoh, Kasus skorsing yang menimpa mahasiswa fakultas ekonomi UNANDA pada januari 
2019, diberikan secara sewenang-wenang tanpa ada kesempatan untuk membela diri.

Kampus menjadi penentu mana yang benar atau salah, kritik dianggap dosa dan pelakunya adalah lalat pengganggu yang harus cepat-cepat dipukul.

Tentu fenomena tersebut adalah suatu hal yang merampas HAK mereka sebagai warga negara dalam mendapatkan pendidikan. Apalagi jika alasannya hanya persoalan melakukan kritik.

Bukannya kita hidup dalam negara yang menjunjung nilai demokrasi..? Lalu mengapa masih ada algojo - algojo yg menggunakan kekuasan untuk membrangus demokrasi itu sendiri. ( tepok jidat )

Bukankah tujuan dalam pembukaan (preambule) konstitusi kita ini telah menjabarkan bahwa setiap individu warga negara Indonesia dapat menempuh pendidikan hingga tuntas.

Keputusan skorsing yang hanya membutuhkan persetujuan dari pihak pejabat kampus dengan alasan “melanggar peraturan kampus” tentu adalah suatu perspektif yang mengandung prinsif otoritarian.

Mahasiswa sebagai stakeholder kampus dan pemeran utama dalam pendidikan di geser kedudukannya menjadi objek yang bisa dilempar sana-sini.

Ketiadaan sistem yang demokratis dan melibatkan mahasiswa dalam pengambilan keputusan di kampus menjadikan mahasiswa hanya sebagai robot dengan papan kendali di tangan pejabat kampus.

patuh atau punah adalah kepastian, Kampus yang menjunjung pemikiran kritis dan terbuka tidak berlaku ketika berhadapan dengan pejabat kampus.

skorsing menjadikan mahasiswa tercerabut haknya atas pendidikan. Padahal memastikan setiap warga negara mendapat pendidikan adalah amanat konstitusi.

Mengahiri tulisan ini, penulis ingin mengutip kata AHMAD SYAFI'I MA'RIF
( agar kita tidak berkabung menghadapi kondisi umat yang masih tertatih - tatih ini, mari kita optimis dan percaya bahwa matahari akan tetap bersinar dalam waktu lama. Siapa tahu generasi mendatang akan lebih baik dan unggul dalam hal moral, intelektual dan amal di bandingkan kita ) maka sebaiknya jangan ada skorsing wahahai ibu / bapak yang terhormat.

BY : A Z L ( Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Semester II Universitas Andi Djemma Palopo )

Kamis, 10 Januari 2019

Evayanti : Sema Fisip Harus Jadi Kader yang Berkualitas




Palopo- jumat, 11/01/2019 Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andi Djemma Palopo (SEMA FISIP UNANDA) menggelar Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) di Aula Kampus 1 lantai 2 Universitas Andi Djemma.

LKM ini diberi tema “Menumbuhkan Jiwa Pemimpin Yang Berkarakter, Disiplin Dan Bertanggung Jawab Terhadap Lembaga”. Ketua Sema Fisip, Evayanti mengatakan bahwa “LKM ini wajib kita lakukan setiap tahun guna meningkatkan kader yang berkualitas, kepemimpinan khususnya di lembaga Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik”.

Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mulai dari angkatan 2016 hingga 2018 yang dilaksanakan mulai 11-13 Januari 2019.

Kegiatan ini diselenggarakan guna menambah pengetahuan yang tidak didapatkan di kampus namun itu didapatkan pada kegiatan LKM ini. Tujuan dari pada diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk membekali para pengurus baru/calon pengurus Organisasi Mahasiswa dalam menjalankan Organisasi kedepannya.


“Setelah mengikuti LKM ini semoga pengetahuan peserta dapat bertambah dan dapat mengimplementasikan pengetahuan apa yang didapat dari Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM), serta bagaimana karakter untuk menjadi pemimpin, sekurang-kurangnya itu menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri”. Ucap Wakil Rektor 3 Universitas Andi Djemma Palopo.

Pada kesempatan lain Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang akrab disapa Ibu Darma sangat mengapresiasi panitia yang menyelenggarakan kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa, “Diharapkan bagi peserta yang mengikuti LKM dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan dari proses LKM nanti untuk selanjutnya diterapkan di kampus”. Ucap Ibu Darma.





Minggu, 11 Maret 2018

Kapolres Kota Palopo, Sambangi Turnamen Futsal Sema Fisip Unanda

Hari kedua turnament futsal bertajuk Sema Fisip Futsal Competition 2018,  pada hari minggu 11 maret 2017. Akbp Taswin, S.IK.,MH.  Sambangi lokasi pertandingan di lapangan mangga dua center.





Dalam kesempatan tersebut,  ia memberikan arahan kepada seluruh panitia serta sporter yang memadati lokasi pertandingan. Agar bisa bekerja sama untuk tidak melakukan tindakan - tindakan yang mampu memicu perseteruan.

Akbp Taswin (kapolres kota palopo) juga  mengatakan sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan - kegiatan seperti ini.

Dengan adanya kompetisi seperti ini maka pelajar serta pemuda kita khususnya yang ada di luwu raya,  punya wadah untuk berexpresi serta menyalurkan bakat.  Ujarnya

Ia juga berharap agar pelajar - pelajar yang mempunyai bakat di bidang futsal, selanjutnya bisa di bina sehingga mampu berkompetisi di tingkat nasional. Tutur pak taswin.(*Arfn)

Sabtu, 10 Maret 2018

Hari Pertama Kompetisi, Ratusan Pelajar Padati Lapangan Futsal Mangga Dua Center


Palopo(10/03)–Diluar dugaan hari pertama turnamen futsal bertajuk SEMA FISIP FUTSAL COMPETITION 2018, peserta dan supporter memadati lapangan futsal mangga dua center tim yang mendaftar kejuaraan futsal sangat antusias. Ada 60 tim yang berasal dari pelajar SMA/Sederajat se-Luwu Raya.

“Kami tidak menduga pesertanya membludak, padahal persiapan terbatas dengan waktu yang mepet. Tapi Alhamdulillah berkat kerja keras panitia. Di hari pertama penyelenggaraan berjalan lancar,” ujar Guntur Arj, Sabtu (10/03/2018).

Asrul Alfaresa selaku ketua supporter SMAN 3 Palopo saat ditemui mengaku optimis merai hadiah kategori supporter terheboh. Apabila timnya lolos ke babak final maka supporter yang akan di datangkan lebih banyak lagi dan menggunakan atribut yang lebih menarik.

 “Peserta akan bersaing memperebutkan gelar juara, dengan total hadiah jutaan rupiah. Hadiah yang sangat besar untuk ukuran turnamen Se-Luwu Raya.

Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, ada yang menarik pada turnamen ini panitia menyiapkan hadiah untuk supporter terheboh. 
Ini foto-fotonya (*Suriani)