Minggu, 02 April 2017

Puluhan Band Ikut Serta Dalam Audisi Pertama Festival Akustik Sema Fisip Unanda

02/04/2017
Usai melakukan persiapan selama kurang lebih satu bulan,  panitia pelaksana milad senat mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas andi djemma palopo.   Sukses menggelar audisi pertama festival akustik.

Dimama festival akustik ini termasuk salah satu rangkaian acara milad senat mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas andi djemma palopo.

Audisi pertama sebagaimana yang telah berlangsung di cafe solata pada hari sabtu, tanggal 01 april 2017. Yang di ikuti oleh 10 band.

Berdasarkan penilaian dewan juri 5 band yang dinyatakan lolos audisi terdiri dari 3 band terbaik dan 2 band favorit.

audisi tahap dua akan segera berlangsung di cafe t - nine belopa pada tanggal 7 april,  dan terakhir di enzyme cafe pada tanggal 8 april 2017.

Echi selaku vokalis salah satu finalis band yang berasal dari UKM seni sibola IAIN saat di temui mengatakan sangat bangga dapat lolos ke grand final,  padahal band yang telah ikut audisi rata - rata mempunyai skill yang mempuni. Ujar echi

Sementara itu MC ( Salwan soean ) pada saat proses audisi di solata, mengatakan bahwa pendaftaran audisi ini akan tetap di buka sampai tanggal 6 april 2017. Tujuannya Agar seluruh band yang ada di luwu raya dan toraja, berkesempatan untuk mengikuti audisi ke 2 (dua)dan ke 3 ( tiga) . Setelah rangkaian audisi selesai.  11 band yang dinyatakan lolos  akan tampil di babak grand final pada tanggal 17 april 2017 di kampus A unanda.

Minggu, 26 Maret 2017

belum Ada Judul Untuk Pak Jokowi

Oleh : MASYUDI MP, S. AP

Baru-baru ini Presiden Jokowi mengatakan bahwa "Demokasi kita saat ini kebablasan". Pak jokowi mungkin mengatakan hal seperti itu karena melihat realitas demokrasi yang terjadi di ibu kota negara yakni DKI Jakarta, persoalan di ibu kota jakarta ternyata akan berimbas pada pemilu mendatang, maka dengan kondisi seperti begitu, Pak Jokowi berkata demikian.

Memahami demokrasi memang tidaklah sesederhana memilah definisi demokrasi yang berasal dari kata yunani yakni Demos "Rakyat" dan kratos "kekuasaan". Yang hanya akan mengantarkan kita pada pengertian Kekuasaan rakyat, atau memahami demokrasi dengan merujuk perkataan Mantan Presiden Amerika yakni abraham Lincoln yang mengatakan demokrasi itu "dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat". Definisi diatas terdengar sederhana namun sejarah gagasan dan menerapkan demokrasi sangatlah kompleks dan memiliki sejumlah pertanyaan seperti bagaimana menilai sistem politik suatu negara itu demokratis atau tidak. Lain lagi dari jumlah korban yang harus gugur serta terbunuh untuk menegakkan sistem demokrasi.

Sebagai peletak negara modern presiden pertama indonesia pun juga mengatakan bahwa pemerintahannya demokratis namun yang terjadi pula adanya rasa otoritariant dalam menjalankan pemerintan, sebagai contoh Bung Karno pernah menerapkan sistem demokrasi terpimpin dengan segala keputusan musyawarah berada di seorang pemimpin.

Berbeda dengan era Soeharto, soeharto yang selalu menganggap bahwa pemerintahnya sesuai dengan rute pancasila, dari anggapan tersebut sehingga pemerintahan soeharto dianggap sebagai pemerintahan yang mengejewatakan demokrasi pancasila sesuai dengan butir ke 4 pancasila, stereotipe ini masih bisa kita dengarkan, dan sering kali menafikan pemerintahan totaliter dan otoriterisme. Semenjak runtuhnya kekuasaan orde baru, reformasi menjadi angin segar bagi berdirinya demokrasi namun kenyataanya tidak sejalan dengan cita-cita reformasi, kesuksesan reformasi hanya terbukanya kerang kebebasan berpendapat yang selama orde baru tertutup dan tidak mendapat ruangnya.

Di era globalisasi memang menjamin bahwa demokrasi bisa di berjalankan, hal ini pula yang dikatakan oleh francis fukuyama dengan The historis of end. Dimana francis fukuyama memperlihatkan kekalahan ideologi dunia dengan kemenangan kapitalisme atas komunisme, maka semua negara hanya akan menerapkan sistem demokrasi sebagai sistem yang digunakan diseluruh dunia.

Sebenarnya demokrasi indonesia hari ini tidaklah kebablasan melainkan demokrasi yang terbajak oleh kalangan elit, yang mencederai demokrasi itu sendiri, atau yang biasa disebut sebagai demokrasi oligarki. Lalu, munculnya pertanyaan apakah kita masih negara kerajaan ataukah kita republik merupakan hasil dari akibat demokrasi oligarki tersebut.

Minggu, 12 Maret 2017

Syarat Dan Ketentuan Orasi Ilmiah Se - Luwu Raya Dan Toraja

Tema                                  : Satu Suara untuk indonesia lebih baik.
Peserta                               : Mahasiswa Se - Luwu Raya Dan Toraja
Biaya Pendaftaran          : Rp. 50.000,00 /orang

A.  Persyaratan Peserta 
  1. Peserta adalah Mahasiswa se- Luwu Raya dan Toraja
  2. Menunjukkan dan menyerahkan foto copy KTM.
  3. Membayar uang pendaftaran Rp. 50.000,-.
  4. Mengisi Formulir Pendaftaran. 
  5. Wajib mengikuti tecnhikal meeting pada tanggal 14 april 2017
  6. Formulir dapat diambil di posko utama panitia pelaksana,  di kampus A universitas andi djemma palopo. Dekat lapangan gaspa .
  7. Pendaftaran dimulai 15 maret dan berakhir pada tanggal 12 april 2017.

B.  Ketentuan Lomba
  1. Peserta mengorasikan persoalan ekonomi, politik, sosial dan hukum. 
  2. Peserta wajib mengenakan almamater atau PDH saat mengikuti lomba.
  3. Penulisan naskah orasi bertemakan “Satu Suara untuk  Indonesia lebih baik ” menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  4. Peserta menyerahkan naskah orasi sebanyak 3 rangkap.
  5. Keputusan dari dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
Cp
6282347145451


Syarat Dan Ketentuan Lomba Musikalisasi Puisi Se - Luwu Raya Dan Toraja

A.  KETENTUAN DAN SYARAT LOMBA MUSIKALISASI PUISI
B.  PENDAFTARAN

1. Pendaftaran dimulai  tanggal 15 maret dan berakhir pada 12 april 2017.

2. Formulir dapat di ambil di posko utama persiapan CARNAVAL SENI DAN BUDAYA. kampus A universitas andi djemma samping lapangan gaspa. 

3. Membayar biaya registrasi sebesar Rp. 50.000 

4. Peserta semua kalangan ( umum) yang merupakan masyarakat luwu raya dan toraja.

5. Setiap peserta boleh 1 orang atau lebih.  

C.  PERSIAPAN PUISI:

1. Tema puisi " berkarya untuk negeri "

2. Puisi bisa karya orang lain atau karya sendiri. 

3. Durasi persiapan alat maksimum 5 menit.

4. Durasi pementasan setiap naskah dari peserta maksimal 10 menit.

5. Panitia hanya menyediakan sound system,  panggung dan gitar accoustik, guitar bas,  dan cajjon.  

6. Peserta di perbolehkan membawa tambahan alat bantu pementasan.

Note: Peserta yang melanggar ketentuan dan syarat lomba akan didiskualifikasi. 

D. KRITERIA PENILAIAN

1. Penilaian dan penentuan pemenang dilakukan oleh tim juri.
Penilaian mencakup :

- Kesesuaian tema dengan isi
Puisi. 

- Keselarasan/harmonisasi
Penampilan.

2. Putusan tim juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggugugat.
E. PELAKSANAAN TECNHICAL MEETING

1. Tecnhikal meeting. Tanggal 13 april 2017. Lokasi aula kampus A Universitas andi djemma palopo dekat lapangan gaspa kota palopo. 

2. Peserta yang tidak mengikuti tecnhical meeting dianggap telah menyepakati segala ketentuan yang ada. 

F.  FASILITAS PEMENANG LOMBA. 
sertifikat + Tropi + uang tunai

Info lebih lanjut
Cp : - Arifin Zainuddin Laila
          (  6282347145451 )
        - Muh.  Azhar
          ( 085 397 732 714 )